Laporan Situasi 25 Jan 2014 – Banjir Subang, Jawa Barat

Situasi Umum
Banjir melanda daerah Pantai Utara Jawa Barat, diantaranya daerah Kecamatan Pamanukan, Kab. Subang, Jawa Barat. Relawan Yayasan IBU (Nined Apriyanto, Irwan Hermawan) melakukan asesmen ke desa yang mengalami kerusakan lebih parah dibandingkan yang lainnya, yaitu Desa Mulyasari, Kec. Pamanukan. Total pengungsi yang didaftar oleh koordinator Posko Desa kurang lebih populasinya 11.350 jiwa, terdiri dari 5763 Laki-Laki dan 5587 Perempuan yang tersebar di dusun-dusun yang berjumlah 10. Jumlah penduduk yang meninggal adalah 4 orang dan 1 orang masih dinyatakan hilang. Selain rumah dan bangunan rusak, air yang masih tergenang di sebagian dusun, ada beberapa kawasan yang tanahnya juga amblas.

Hasil Kajian Awal
Berdasarkan hasil asesmen, Relawan IBU telah melakukan pemantauan dan wawancara langsung dengan 2 koordinator posko yang masih memerlukan bantuan. Menurut mereka, diperkirakan mereka yang mengungsi di Posko ini akan mengungsi lebih lama karena wilayahnya dekat dengan sungai yang tanggulnya jebol. Berikut ini adalah daftar Posko tersebut dan keterangan kebutuhannya:

Data Populasi
1. POSKO Mesjid Kedung Gede, Desa Mulyasari, Kec. Pamanukan – Subang, Jawa Barat
– 300 KK
– 750 Jiwa
– 350 L; 400 _
– 120 Balita, 20 Lansia
2. POSKO MI Al-Wajib, Desa Mulyasari, Kec. Pamanukan – Subang, Jawa Barat
– 69 KK
– 246
– 96 L, 150 P
– 8 Balita

Kebutuhan
Kebutuhan dari semua posko rata-rata hampir sama. Berikut ini adalah rinciannya:

I. Kebutuhan Umum
Kebutuhan rata-rata yang sudah terpenuhi adalah: Makanan, Beras, Mie Instan, Pampers, Pembalut, Baju. Kebutuhan yang belum terpenuhi dan jauh dari cukup adalah: Selimut, obat-obatan, alat mandi, pakaian dalam

II. Air Bersih & Sanitasi
2.1 Promosi Kesehatan
Belum ada penyuluhan kesehatan terkait banjir

2.2 Air Bersih
Ada sumur dan pelayanan air bersih dari pihak swasta sekali. Secara umum kebutuhan air bersih belum terpenuhi semua. Ada kemungkinan terkontaminasi.

2.3 Sanitasi
Pengungsi mencuci tangan sebelum makan. Buang air besar di toilet sekolah (MI Al Wajib)
Buang air besar ke sungai (Mesjid Kedung Gede) karena tidak ada toilet.

2.4 Pembuangan Sampah
Masih mengalami kendala. Cara yang dilakukan pengungsi adalah membuang ke sungai lagi.

III. Hunian & Non Food Item
3.1 Hunian Sementara
Tenda yang memadai tidak cukup

3.2 Pakaian & Alat Tidur
Sebagian memiliki pakaian layak. Sebagian belum memiliki pakaian layak yang cukup. Tikar tidur dan selimut masih kurang.

3.3 Alat Kebersihan Pribadi
Sebagian besar wanita sudah mendapatkan pembalut. Alat mandi masih kurang.

3.4 Alat Masak, Minum, & Makan
Alat memasak, jerigen air (10-20 ltr), ember, alat makan, ketersediaan bahan bakar memasak sangat kurang.

IV. Kesehatan
Pelayanan pengobatan keliling baru didapatkan satu kali dengan lokasi di daerah pinggir jalan. Para pengungsi mendatangi Puskesmas langsung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan walau pun jauh dari lokasi pengungsian.

V. Psikososial
Sekitar 106 siswa dari SD sampai SMA tidak bersekolah selama banjir sampai dengan tanggal 25 Januari 2014 ini. Sehingga tidak ada kegiatan belajar yang dilakukan. Sekitar 53 orang mengalami sakit kepala, mulas, mag yang tak kunjung sembuh walau sudah mengkonsumsi obat. 1 orang, di pengungsian Mesjid Kedung Gede dinilai mengalami ‘trauma’ akibat banjir oleh pengungsi lain.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone