[Update] Laporan Situasi #1 Erupsi Gunung Sinabung (15 Februari 2014)

Situasi Umum
Laporan ini berdasarkan hasil diskusi dengan relawan IBU di Medan, Bambang F Wibowo, yang juga aktif di dalam organisasi relawan lokal APePeBe (Afiliasi Pemuda Peduli Bencana). APePeBe telah menjalankan pendampingan setiap akhir minggu terhadap pengungsi yang berasal dari desa dengan radius 3 Km dari Ring I dan sudah dipastikan lokasi mereka tidak akan kembali ke tempat tinggalnya. Mereka diperkirakan akan tinggal lebih lama karena proses relokasi yang tidak mudah. Saat ini, pihak pemerintah masih kesulitan menentukan tempat tinggal baru bagi mereka karena adanya konflik lahan. Dengan demikian, jangka waktu pengungsian belum bisa ditentukan.

Asesmen
Lokasi pengungsian yang akan diintervensi oleh IBU berada di Lapangan Futsal Jl. Kabanjahe, Desa Sumbul, Kecamatan Kaban Jahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Para pengungsi berasal dari Desa Sukameria, Kecamatan Payung, Kabupaten Tanah Karo. Lokasi ini memiliki akses yang mudah, khususnya dengan Rumah Sakit dan sarana publik lainnya.

Berikut ini adalah data populasi:
Populasi 328 jiwa
Keluarga 105 KK
Balita 27 jiwa
Usia Sekolah (SD-SMA) 83 jiwa

Data rinci mengenai mata pencaharian para pengungsi belum didapatkan, namun secara umum mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh tani.

Hasil Asesmen
Kebutuhan umum
Kebutuhan yang sudah didapatkan oleh para pengungsi adalah makanan pokok, perlengkapan tidur, dan pakaian. Sementara kebutuhan mendesak adalah perlengkapan sekolah dan kakus.

AIR BERSIH DAN SANITASI
Promosi Kesehatan
ACT pernah melakukan promosi kesehatan mengenai cara cuci tangan

Air bersih
Walaupun tidak ada sumber air, kebutuhan air untuk tiap KK terpenuhi melalui pengiriman truk tangki air secara berkala ke lokasi pengungsian

Sanitasi
Di area pengungsian, sudah ada toilet permanen sebagai bagian dari lapangan futsal ditambah dengan toilet darurat. Sudah ada pembedaan untuk pengguna lelaki dan perempuan.
Namun, ada beberapa kerusakan toilet yang perlu perbaikan, yaitu kakus dan pintu toilet. Dibutuhkan bantuan untuk memperbaiki toilet yang sudah ada.

Pembuangan Sampah
Sudah ada tempat membuang sampah yang terletak di setiap sudut area pengungsian

KESEHATAN
Para pengungsi sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari AKBID ARTHA Kabanjahe walaupun tidak rutin. Kondisi kesehatan para pengungsi terjaga dan mereka mendapatkan pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Rumah Sakit.

PSIKOSOSIAL
Kegiatan psikososial rutin selama satu kali dalam seminggu telah dilakukan oleh relawan APePeBe. Kegiatan itu adalah kegiatan bermain untuk anak usia balita, kegiatan untuk anak sekolah, dan kegiatan untuk orang tua, baik dewasa wanita maupun pria.
Walaupun demikian, masih ada sekitar 20 orang yang mengalami kecemasan dan kejenuhan yang lebih tinggi daripada pengungsi lain. Mereka memiliki gangguan fisik (seperti sakit kepala, mulas, maag, dll) yang sulit pulih dengan baik walaupun sudah mengkonsumsi obat yang sudah diberikan petugas kesehatan.
Belum ada kegiatan penyuluhan ataupun sesi berbagi secara kelompok maupun individu mengenai cara-cara mengurangi gejala stress pasca bencana. Selain itu, relawan yang bertugas pun belum mendapatkan pendampingan mengenai intervensi dukungan psikososial yang terstruktur.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone