Laporan Situasi Bencana Banjir Bandang & Longsor Desa Mayang dan Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang

I. SITUASI UMUM

Banjir bandang dan longsor menimpa Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada hari Minggu, tanggal 22 Mei 2016. Banjir bandang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, di Kampung Cilame, Desa Mayang dan Kampung Cihideung, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak. Banjir ini diakibatkan oleh tiga titik longsor yang menimbun aliran sungai Cihideung – Cikarujang sehingga air sungai meluap dan intensitas hujan yang tinggi dari sejak sore sampai tengah malam. Tim SAR yang merupakan gabungan dari TNI, POLRI, dan warga berhasil menemukan korban dimana 5 orang meninggal, 6 orang luka berat, 2 orang luka ringan. 16 rumah dan areal pesawahan mengalami kerusakan parah.

photo_2016-05-25_13-42-32

photo_2016-05-25_13-42-42

 

II. ASESMEN

photo_2016-05-25_11-33-00
photo_2016-05-25_11-32-41

 

Yayasan IBU mengirimkan tim asesmen pada hari Rabu, tanggal 25 Mei 2016. Tim terdiri dari Silvia Dewi, Lily Rahmadhani, Novi Diansyah, dan Irwansyah. Asesmen dilakukan di Aula Desa Sukakerti yang merupakan satu-satunya posko pengungsian. Tim mendapatkan data dari posko dan melakukan wawancara dengan Kepala Desa Sukakerti, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang dan timnya.

No. Kontak
– Kepala Desa Sukakerti (081221649011)
– Pak Tito/Staf Dinas Sosial (082317827479)

III. HASIL UMUM

3.1. Data Umum
Lokasi Pengungsian : Aula Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang
Data Pengungsi

cats

Perkiraan waktu mengungsi untuk yang rumahnya tidak rusak berat adalah sampai tanggal 29 Mei 2016

3.2. Kebutuhan Air Bersih, Sanitasi, dan Promosi Kesehatan
Pihak Dinas Kesehatan dan PMI sudah melakukan penyuluhan kesehatan dengan topik Menjaga Kesehatan selama Mengungsi. Sumber air disediakan oleh Dinas Sosial, dengan jumlah sudah dinilai mencukupi kebutuhan pengungsi dan tidak terkontaminasi. Alternatif sumber air lain tersedia dari rumah-rumah penduduk sekitar lokasi pengungsian. Sementara untuk sanitasi, para pengungsi menggunakan fasilitas MCK di kantor desa dan toilet berjalan. Tempat pembuangan sampah sudah tersedia dan tidak ada masalah mengenai itu.

3.3. Hunian dan Non Pangan
Luas hunian sementara adalah 10 m x 15 m untuk mereka yang tidak mengungsi ke rumah saudaranya. Alternatif lokasi pengungsian lain masih dalam tahap pengkajian. Kebutuhan non pangan yang diperlukan adalah:
• Ember
• Sabun cuci
• Sabun mandi
• Sikat gigi
• Odol
• Tikar
Untuk selimut dan obat luar sudah terpenuhi.

3.4. Kesehatan
Dinas Kesehatan, PMI, dan bidan menyelenggarakan layanan kesehatan untuk pengungsi sampai minimal batas waktu mereka mengungsi. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan dan sampai saat ini masalah kesehatan dapat ditangani.

3.5. Psikososial
Berdasarkan penuturan dari staf Dinas Sosial, mereka mengamati adanya gejala kecemasan pada anak-anak, remaja, dan lansia. Misalnya, saat ada kursi terbalik dan berbunyi, anak-anak usia dini langsung kaget, menangis, atau memperlihatkan ekspresi takut. Para pengelola pengungsian mengakui mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam penanganan psikososial ini dan membutuhkan bantuan dari pihak luar. Kementrian sosial telah melakukan sesi permainan untuk anak selama 1 kali dan dinilai tidak memadai. Mereka mengatakan penampingan psikososial khususnya untuk anak usia dini lebih menjadi prioritas dalam isu ini. Selain itu, perlengkapan permainan juga diperlukan.

 

Dituliskan oleh:
Rika Setiawati
Yayasan IBU

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone