Peningkatan Kapasitas untuk Pemangku Kebijakan dalam Program Suplementasi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri di Kabupaten Purwakarta dan Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat

Remaja putri adalah kelompok yang sangat rentan menderita anemia. Selain disebabkan asupan yang kurang, anemia pada remaja putri juga disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi dan kebutuhan tubuh untuk percepatan pertumbuhan dan perkembangan. Anemia pada remaja putri akan berdampak pada rendahnya daya tahan tubuh, menurunnya kebugaran dan ketangkasan berpikir, dan menurunnya prestasi belajar. Ketika remaja putri menjadi ibu hamil, kebutuhan zat besi meningkat tiga kali lipat karena terjadi peningkatan jumlah sel darah merah ibu untuk memenuhi kebutuhan pembentukan plasenta dan pertumbuhan janin. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT), premature, Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), gangguan tumbuh kembang anak seperti stunting dan gangguan neurokognitif, pendarahan sebelum dan saat melahirkan, anemia pada bayi dan usia dini, serta meningkatnya risiko kesakitan dan kematian neonatal (kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama yang dinyatakan dengan per seribu kelahiran hidup setelah dilahirkan) dan bayi.
MI (Micronutrient Initiative) Indonesia mendukung Kementerian Kesehatan dalam mengimplementasikan program suplementasi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri untuk mengurangi prevalensi anemia.
Untuk mendukung implementasi program, MI melaksanakan pelatihan bagi staf Puskesmas dan Guru UKS dalam manajemen anggaran, pelaporan, dan dokumentasi mengenai sumplementasi TTD, manfaat, dosis dan administrasi, konseling remaja putri mengenai program sumplementasi TTD, dan meningkatkan praktik asupan makanan, serta monitoring dan supervisi.
Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mendukung hal tersebut adalah Training of Trainer untuk staf Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Departemen Agama di Kabupaten Purwakarta dan Kota Cimahi.. Pihak yang dilibatkan untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi, dan master of trainers terkait. Harapannya, setelah mengikuti ToT, para peserta mampu memfasilitasi konten pelatihan yang kemudian akan diberikan kepada staf Puskesmas dan guru UKS di wilayah kerjanya masing-masing. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Grand Tebu Bandung pada tanggal 18-21 Oktober 2016.
Tujuan dari kegiatan Pelatihan dalam program TTD bagi remaja putri adalah sebagai berikut.
• Peserta dari Kabupaten Purwakarta dan Kota Cimahi meningkat pengetahuannya tentang materi TTD bagi remaja putri
• Peserta dari Kabupaten Purwakarta dan Kota Cimahi membuat rencana kegiatan pelatihan
• Peserta dari Kabupaten Purwakarta dan Kota Cimahi mempraktikkan keterampilan fasilitasi yang diperlukan untuk melaksanakan pelatihan kepada staf Puskesmas dan guru UKS

photo-5 photo-9 photo-71c0211f8-2dea-4e24-b8c0-bf2872112159

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone