Seminar Psychological First Aid dan Psikologi Bencana di Universitas Islam Negeri Bandung

Pada hari Minggu, tanggal 30 Oktober 2016, Direktur Eksekutif Yayasan IBU diundang menjadi narasumber untuk materi Pengenalan Psychological First Aid dalam seminar Psychological First Aid dan Psikologi Bencana di Universitas Islam Negeri (UIN), Cibiru, Kota Bandung. Sementara untuk materi Psikologi Bencana dibawakan oleh dosen UIN sendiri, yaitu Imam Sunardi, M.Si. Acara tersebut diselenggarakan oleh Psychorescue UIN, organisasi mahasiswa Fakultas Psikologi universitas ini. Selain Psychorescue sendiri, organisasi/insitusi lain yang fokus pada penanggulangan bencana hadir dalam acara tersebut. Mereka yang hadir di antaranya adalah FKDM Bandung Barat, Bascom, ACT, SAR Unpad divisi penanganan psikologis, dan UNIBI. Total peserta yang hadir adalah 56 orang.
Dalam seminar ini, Direktur Eksekutif IBU mengenalkan pengertian inti dari bencana, dampak psikologis, gejala stres pasca bencana, simulasi relaksasi, dan berbagi pengalaman PFA dan psikososial dari bencana yang terjadi di Indonesia. Narasumber dari IBU menekankan pentingnya mengganti istilah ‘trauma healing’ menjadi ‘penanganan/penurunan stres pasca bencana’ karena kondisi trauma hanya bisa ditentukan setelah enam bulan pasca kejadian traumatis, sesuai persyaratan kondisi yang ditetapkan PPDGJ atau DSM. Yang boleh menetapkan seseorang mengalami trauma hanyalah ahlinya, seperti psikolog klinis dan psikiater. PFA diberikan kepada penyintas karena penting untuk mengurangi potensi trauma yang mungkin terjadi di dalam rentang waktu setelah enam bulan dari kejadian bencana itu sendiri. Langkah utama dalam PFA adalah memfasilitasi keamanan/rasa aman, memfasilitasi fungsi, dan memfasilitasi aksi dari para penyintas.
Setelah penjelasan, para peserta mengajukan pertanyaan terkait hal-hal praktis yang pernah dialami oleh mereka dalam memberikan dukungan psikologis pasca bencana. Misalnya cara menutup sesi, cara mengatasi penyintas yang menjadi dependen, cara menangani penyintas remaja, cara mengukur dan memastikan keberhasilan intervensi, dan lain-lain. Pertanyaan tersebut dijawab oleh narasumber sekaligus hal-hal praktis yang perlu dikuasai oleh para relawan agar lebih terampil memberikan dukungan psikologis.

7a89bd05-0585-42be-bd7f-1ecaf16cc2da 1eb02ad1-a51e-404e-9c2e-fedd2e08b261 86009e12-cc9b-460e-a032-fdb3f3705b71

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone