Meningkatkan Kesejahteraan Pada Anak dengan Memperhatikan Hak Anak

Penulis: Novie Laelani (Mahasiswi Jurusan Kesejahteraan Sosial Universitas Padjajaran)

Kesejahteraan anak merupakan hal yang sangat penting, karena mencakup usaha-usaha untuk membantu menyejahterakan pertumbuhan dan perkembangan anak, dan meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga.

Kesejahteraan anak di Indonesia dijamin oleh suatu Undang-Undang, yaitu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak, yaitu: “Kesejahteraan anak adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan anak yang dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangannya dengan wajar, baik secara rohani, jasmani maupun sosial (Bab 1 pasal 1).

Anak-anak yang mengalami masalah kesejahteraan akan mengalami kesulitan untuk tumbuh dan berkembang secara wajar. Anak-anak yang mengalami hal tersebut memerlukan perhatian, pelayanan, perlindungan dan bimbingan sehingga dapat melaksanakan tugas kehidupannya sesuai dengan harapan masyarakat sebagaimana anak-anak Indonesia yang lain. Perlindungan anak sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk menyejahterakan anak. Selain itu, dalam upaya menyejahterakan anak, pemenuhan hak anak juga penting dilakukan. Berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB Tahun 1989, ada 10 hak yang didapat oleh anak, diantaranya: hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan perlindungan, hak untuk mendapatkan nama (identitas), hak untuk mendapatkan status kebangsaan, hak untuk mendapatkan makanan, hak untuk mendapatkan akses kesehatan, hak untuk mendapatkan rekreasi, hak untuk mendapatkan kesamaan dan hak untuk memiliki peran dalam pembangunan.

Sumber: Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak

Editor: Iqbal Maulana

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone