Membacakan Buku Untuk Anak

Lusia Silvani (Psikolog Anak dan Remaja)
silvani.lusia@gmail.com

Membacakan buku untuk anak sering kali menjadi saran yang diberikan untuk menstimulasi perkembangan anak, terutama pada anak prasekolah. Buku yang dibacakan pun bervariasi, tergantung kegemaran anak. Ada anak yang senang dibacakan cerita mengenai putri dongeng, cerita para nabi dan sahabatnya, cerita tentang binatang dan tumbuhan, cerita tentang kehidupan mainan, bahkan ada anak yang senang dibacakan buku berisi fakta-fakta tentang binatang tertentu yang menjadi ketertarikannya.

Kenapa ya, membacakan buku sering dijadikan saran untuk menstimulasi perkembangan anak? Sebenarnya, apa saja sih manfaat membacakan buku untuk anak? Berikut adalah beberapa manfaat membacakan buku untuk anak:

1. Meningkatkan pengetahuan
Dengan banyak dibacakan buku, tentu saja pengetahuan anak akan meningkat. Ia akan memperoleh pengetahuan mengenai berbagai hal yang mungkin belum pernah ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan dibacakan buku, mereka jadi tahu bahwa dulu di Bumi ini pernah hidup berbagai jenis dinosaurus, mereka jadi tahu bahwa ratu berpasangan dengan raja, dan pengetahuan lainnya.

2. Meningkatkan kemampuan berbahasa
Melalui buku, anak mengenal berbagai kosa kata, sehingga dapat ia manfaatkan untuk berkomunikasi sehari-hari. Anak juga belajar untuk menyusun kalimat dengan lebih lengkap agar mudah dipahami oleh orang lain. Penelitian yang dilakukan oleh Hargrave dan Sénéchal (2000) mengungkapkan bahwa kemampuan berbahasa anak semakin meningkat ketika ia diajak terlibat aktif ketika buku dibacakan. Misalnya anak diajak untuk menebak kejadian berikutnya, atau diminta bercerita tentang apa yang ia ketahui mengenai sesuatu, memintanya mengeluarkan suara-suara tertentu, serta kegiatan lainnya.

3. Membangun relasi yang positif dengan anak.
Berbagai penelitian, salah satunya yang dilakukan oleh Andriana G. Bus dan rekannya, menunjukkan bahwa anak yang dibacakan buku secara rutin setiap hari oleh orang tuanya memiliki hubungan yang positif dengan orang tua mereka. Ketika anak dipeluk atau dirangkul sambil membacakan buku, ia merasakan kedekatan dan kehangatan dari orang tua mereka. Ia pun dapat lebih sering berkomunikasi sambil membahas hal-hal yang terkait dengan buku yang dibacakan.

4. Meningkatkan minat membaca
Ketika anak sering dibacakan buku, ia pun akan mulai tertarik dan ingin bisa membaca sendiri buku tersebut. Minat membaca ini juga akan semakin meningkatkan ketika anak mengalami bahwa membaca buku adalah sesuatu yang menyenangkan.

5. Meningkatkan kemampuan membaca
Anak akan lebih mudah untuk belajar membaca ketika ia memiliki kosa kata yang banyak. Ia akan lebih mudah mengenal dan memahami bentuk suatu kata ketika ia memahami makna dari kata tersebut. Sama halnya dengan kita yang lebih mudah dan lebih cepat ketika membaca kata-kata yang sudah sering kita dengar daripada ketika kita membaca kata-kata yang baru kita dengar.

6. Melatih anak untuk memusatkan dan mempertahankan perhatian
Membacakan cerita juga dapat melatih anak untuk memusatkan dan mempertahankan perhatiannya untuk mendengarkan dan memahami cerita tersebut. Tidak hanya memusatkan dan mempertahankan perhatiannya untuk memahami alur cerita, anak juga dapat diajak untuk mengingat tokoh-tokoh dalam cerita, tempat dan waktu kejadian dalam cerita, perasaan yang dialami tokoh dalam cerita, serta hal-hal lainnya. Biasakan juga untuk mengajak anak menceritakan kembali cerita tersebut atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dalam cerita.

7. Meningkatkan pemahaman mengenai situasi sosial dan media untuk mengajarkan nilai-nilai.
Cerita yang dibacakan untuk anak dapat menjadi salah satu media pembelajaran bagi anak mengenai berbagai situasi sosial, terutama situasi sosial yang belum pernah dihadapinya sehari-hari. Dengan membahas cerita tersebut bersama anak, ia dapat belajar mengenai hubungan sebab akibat, misalnya mengapa suatu kejadian terjadi. Anak dapat diajak mempelajari apa yang seharusnya dilakukan pada situasi tertentu. Selain itu, ia juga dapat diajak untuk mengenali dan memahami perasaan yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam cerita tersebut. Anak-anak dapat diajak untuk menarik pembelajaran dari cerita, serta dapat menjadi media untuk mengajarkan nilai-nilai moral pada anak.

8. Meningkatkan kreativitas anak
Hal yang tidak kalah penting adalah anak dapat meningkatkan kreativitasnya. Jika ia sering diajak untuk mengarang sendiri lanjutan ceritanya, anak akan berusaha memunculkan kreativitasnya untuk membuat cerita yang menarik. Bahkan, anak mungkin akan dapat membuat cerita karangannya sendiri. Kreativitas anak dapat meningkat dengan membayangkan hal-hal yang berhubungan dengan isi buku yang dibacakan, misalnya membayangkan ukuran dinosaurus, bentuk istana, dan sebagainya.

Kira-kira, apa lagi ya, manfaat membacakan buku untuk anak? Ada yang pernah merasakan manfaat lainnya? Silahkan berbagi pengalaman dan manfaat yang diperoleh!

Mari membiasakan diri untuk membacakan buku untuk anak-anak secara rutin.

Sumber bacaan:
– Hargrave, A. C., & Sénéchal, M. (2000). A book reading intervention with preschool children who have limited vocabularies: the benefits of regular reading and dialogic reading. Early Childhood Research Quarterly, 75-90.
– Verhoeven, Ludo; Snow, Catherine E; (editor). (2001). Literacy and Motivation: Reading Engagement in Individuals and Groups. London: Lawrence Erlbaum Associate, Inc.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone