Penerapan Kurikulum Belajar Anak Usia Dini di RA Al Falah Hasyba, Tasikmalaya

Penulis: Dita Nurul Qolbi

Mahasiswi Jurusan Kesejahteraan Sosial Universitas Padjajaran

Anak usia dini adalah sosok yang sedang menjalani suatu proses tumbuh kembang dengan pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Mereka memiliki dunia dan karakteristik sendiri yang selalu aktif, dinamis, antusias, dan rasa ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya, seolah-olah tidak pernah berhenti belajar.

Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD mencakup anak usia 0-6 tahun. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak usia dini dalam bentuk dua jalur pendidikan, yaitu formal seperti Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA) dan nonformal seperti Taman Penitipan Anak (TPA) dan Kelompok Bermain (KB). Selain dua jenis jalur pendidikan tersebut, saat ini PAUD juga diselenggarakan dalam keluarga dan lingkungan.

RA Al Falah Hasyba terletak di Kampung Lebaksari RT 04/08 Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. RA Al Falah Hasyba berada dalam lingkungan masyarakat yang tingkat pendidikannya berbeda-beda, untuk itu Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah Hasyba bergerak untuk mengembangkan pendidikan agama islam melalui Raudhatul Athfal. RA ini berdiri pada tahun 2013, yang awalnya dari TKA Al-Falah sekrang menjadi RA Al-Falah Hasyba.

Dalam kegiatan pembelajarannya, RA Al Falah Hasyba masih menggunakan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disusun agar dapat mengembangkan keragaman multi potensi, minat, multi kecerdasan intelektual, emosional, akhlak perilaku dan kinestetik atau fisik motorik peserta didik secara optimal sesuai dengan keunikan dan tahap perkembangan peserta didik. Kurikulum ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikembangkan (diverifikasi) oleh satuan pendidikan, berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah serta kondisi lingkungan. Kelas atau ruang belajar dikondisikan dengan area melalui PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira, dan Belajar Tuntas).

Diketahui bahwa kurikulum yang saat ini digunakan di PAUD adalah Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013. Kurtilas atau kurikulum 2013 terkini yang sudah dipraktikkan di PAUD tertentu, sepertinya ditunjuk oleh pemerintah, dengan berbagai macam rasionalisasi. Sementara bagi RA Al Falah Hasyba ini belum siap menerapkan kurikulum baru tersebut, Bapak Upik Taufik selaku pengurus mengatakan bahwa RA Al Falah Hasyba masih menggunakan KTSP dikarenakan sarana pra-sarana yang belum memadai jika harus memakai sistem belajar Kurtilas. Namun beliau yakin bahwa semua kurikulum memiliki esensi tujuan yang sama, yakni menyiapkan anak-anak usia 0-6 tahun menjadi generasi yang bertumbuh-kembang baik, sehingga siap menghadapi tantangan dan menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berpengetahuan luas, berakhlak mulia, berkarakter positif/baik di masa depan.