Testimoni: Mendapatkan Pengalaman Bagaimana untuk Bekerja Sama dengan Masyarakat

Dita Nurul Qolbi

Mahasiswi Kesejahteraan Sosial Universitas Padjajaran

672533

Dalam beberapa hari kami disana, di tim site subang terdapat beberapa kegiatan salah satunya yaitu konsolidasi ke stakeholder level desa mengenai prgram livelihood security, kami (kelompok praktikum) pun ikut bersama-sama. Disana, tim IBU menyampaikan bahwa program dari yayasan akan mulai lepas tangan di bulan september tahun 2018 mendatang. Maka dari itu, tim iBU mengharapkan bahwa dengan lepas tangannya mereka, program ini tetap berlanjut dengan bimbingan dari pihak pemerintah desa juga diajukannya program ini di musrenbang nantinya.

23244037_10155923492579314_6645625204797496220_n

Dari ketiga kali dalam tiga hari, kegiatan konsolidasi yang dilakukan di 3 desa yaitu Desa Batusari (Rabu pagi), Desa Kaliangsana (Kamis Pagi) dan Desa Balimbing (Jumat Siang) saya mendapat banyak pengetahuan. Pengetahuan dari mulai apa dan bagaimana program livelihood security di subang itu sendiri. Program seperti apa dari PT. LMS kepada masyarakat yg terkena dampak pembangunan jalan Tol Cipali, Apa itu PAP, bagaimana tim subang melakukan program pemulihan mata pencaharian melalui usaha demi kesejahteraan PAP, mulai dari pengembangan usaha tani, ternak, dan kebun melalui KUBE.

Kami mengikuti kegiatan kontrol dan pencairan simpan-pinjam kelompok di desa Sukamelang (Kalau tidak salah, saya lupa nama desa-nya huhu). Tim subang dan kami mendatangi ke 3 kelompok. Dari sini, saya mendapatkan pengalaman mengenai bagaimana tim IBU dapat menghandle isu dan permasalahan seperti ada beberapa anggota-anggota yang tidak lancar dalam proses simpan pinjam ini.

Tim IBU dan kami juga mendatangi beberapa outlet yang menjadi tempat penjualan dari hasil olahan pangan masyarakat PAP seperti kembang goyang, opak, rangginang, dan keripik pisang di Rest area tol Cipali dan Rumah Makan Saung Ambu. Kami juga diajak untuk bagaimana cara packing makanan dan juga berkunjung ke salah satu masyarakat yang memproduksi opak, yaitu ke Mak Asmi. Disana saya mengetahui bagaimana tim IBU memfasilitasi sampai membantu pemasaran produk mereka sampai saat ini.

IMG20171109134107

Terakhir, tim ibu melakukan monitoring dan evaluasi di desa caracas. Disana tim bersama pengurus KUBE melakukan pengecekan pembukuan keuangan yang sebelum-sebelumnya pengurus telah dilatih mengenai bagaimana membuat pembukuan administrasi.

Disana juga, kami melakukan kegiatan pendalaman POHFI (Palnning, Organizing, HRD, Fundraising, Information) bersama Teh Silvi atau biasa disebut Mamih selaku Project Manager IBU cabang Subang. Dan alhamdulillah kami mendapat banyak informasi dan banyak motivasi dari beliau. Mulai dari informasi mengenai POHFI itu sendiri sampai dengan bagaimana cara ia bekerja dengan hati dan menumbuhkan rasa nyaman dalam bekerja.

Juga dari kegiatan kami selama 3 hari di subang ini. Saya sendiri melihat bahwa, Tim IBU Foundation cabang Subang memiliki internal yang sangat baik, hubangan antar staff maupun dengan Project Managernya cukup lekat dalam bekerja sama. Disana saya belajar dan mendapatkan ilmu bagaimana cara berkoordinasi/berkomunikasi dengan baik, baik dengan para mitra maupun pihak-pihak terkait seperti pemerintah desa. Juga mendapatkan pengalaman bagaimana tim memiliki hubungan kekerabatan baik dalam bekerja sama bersama masyarakat.

IMG20171110165247

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone