Lokakarya Pelibatan Orang Muda Mewujudkan Kota Tangguh Melalui Musrenbang

Salah satu keluaran dari program Youth in Action for Urban Resilience oleh PLAN International Indonesia yang didanai oleh Australian Aid ini adalah memfasilitasi anak dan orang muda khususnya anak dan remaja perempuan untuk terlibat aktif dalam rencana pembangunan kelurahan atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Musrenbang di tingkat kelurahan adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana kegiatan untuk tahun anggaran berikutnya dengan mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah Kelurahan (RPJMKel) yang disusun untuk lima tahun ke depan.

Berdasarkan hasil diskusi kelompok dan wawancara yang dilakukan, peserta musrenbang adalah perwakilan dari lembaga-lembaga yang ada di kelurahan seperti LMK, FKDM, PKK, Karang Taruna, dll. Perempuan biasa diwakili oleh PKK. Sedangkan anak muda diwakili oleh Karang Taruna. Karang Taruna menyampaikan bahwa mereka terlibat dalam penyampaian usulan kegiatan anak-anak muda, namun usulannya jarang terakomodir. Usulan dan saran mereka di tingkat kelurahan terkadang tidak diakomodir pada tingkat musrenbang kecamatan. Partisipasi anak muda/remaja belum memiliki makna karena belum mampu mempengaruhi kebijakan.

Untuk tindak lanjutnya, IBU Foundation memfasilitasi kegiatan Lokakarya Pelibatan Orang Muda dalam Mewujudkan Kota Tangguh melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan pada tanggal 31 Januari 2018 bertempat di Museum Mandiri Jakarta sebagai langkah pengenalan Musrenbang dan tahapan-tahapan yang ada pada kegiatan Musrenbang, serta peran keterlibatan anak dan orang muda untuk berkontribusi dalam kegiatan Musrenbang di masing-masing kelurahan dampingan.

Hasil terlaksananya kegiatan ini adalah:

– Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang HAM, Hak EKOSOB sebagai WNI, Advokasi & Partisipasi Orang Muda dalam Musrenbang, Tahapan Musrenbang Kelurahan dan Negosiasi dalam penyusunan rencana aksi tentang Musrenbang

– Peserta dari 4 kelurahan (Kelurahan Krendang, Duri Utara, Pinangsia, dan Klender) saling mengenal kondisi di 4 kelurahan dampingan dan saling memberikan masukan terkait rencana pembangunan di daerah tersebut

– Terdapat rencana aksi yang dapat dilakukan oleh peserta lokakarya dalam merancang atau menyusun rencana pembangunan

“Diharapkan anak muda melalui karang taruna yang sudah mewakili aspirasi dapat menyampaikan apa yang dibutuhkan di lokasi demi mewujudkan kota tangguh.

Kota tangguh bukan sekedar dari lingkungan namun juga SDM. Jakarta Barat mempunyai program prioritas yang bida melibatkan pemuda, dengan tiga indikatornya yaitu mengurangi pengangguran, kemiskinan, dan membangun wirausaha. Pemuda yang bersemangat bisa turut membantu untuk dilatih. Tahun 2017 terdapat 21 jenis pelatihan. List nama sudah ditempel di kantor kelurahan khusus KTP Jakarta Barat karena ada 79 ribu pengangguran dan 12 ribu pencari kerja. Sementara untuk tahun 2018, Jakarta Barat mempunyai target 40 ribu wirausaha baru. Jika memungkinkan, setiap kecamatan akan ada center entrepreneur. Usaha Bersama sudah ada dalam bentuk pelatihan. Masukan dari pemuda dibutuhkan karena adanya inovasi untuk membantu yang lebih berumur. Anak muda diharapkan mempunyai inovasi untuk membangun kota tangguh secara mandiri baik ekonomi maupun sosial.

Masukan dari pemuda yang telah didampingi oleh IBU Foundation tentang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi sangat berguna bagi Kapenko. Bagi yang ingin belajar Musrenbang silakan dapat mendatangi Kapenko.”
– Ibu Yusita, perwakilan dari Bidang Ekonomi & Pembangunan, Kapenko Kota Administrasi Jakarta Barat

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone