Mempersiapkan Anak Usia Dini Memasuki Lingkungan Belajar

Ditulis oleh : Hasna Thohiroh

(Relawan Magang – Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran)

Ketika anak memasuki umur 3 tahun terkadang ada orang tua yang masih bingung apakah perlu anak mengikuti pendidikan pra-sekolah atau tidak. Taman Kanak-kanak (TK), dan kegiatan belajar nonformal seperti playgroup, keduanya merupakan contoh dari pendidikan pra-sekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).  Masih ada orang tua yang menganggap bahwa anak usia dini belum siap untuk sekolah serta lebih memilih membiarkan anak bebas bermain, dan ada pula yang mengungkapkan bahwa PAUD dapat membangun kesiapan anak untuk memasuki Sekolah Dasar.

Menurut Psikolog Lucia Voni Pebriani, S.Psi., M.Psi yang juga merupakan dosen Psikologi UNPAD mengatakan bahwa saat anak memasuki Sekolah Dasar banyak yang perlu dipersiapkan. Dengan mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) anak dapat belajar bagaimana berpisah dari orang tua dalam situasi formal, beradaptasi dengan lingkungan baru adanya orang yang lebih tua dan teman sebayanya, belajar mengikuti kegiatan terstruktur dan adanya aturan, serta belajar dasar-dasar pra-akademik. Hal-hal tersebut yang sebenarnya di persiapkan dalam PAUD untuk menuju jenjang Sekolah Dasar.

Titik berat anak mengikuti PAUD bukanlah pencapaian akademik tapi bagaimana anak bisa belajar baradaptasi, bersoliasasi, dan belajar hal-hal yang akan mempengaruhi pembelajaran anak di SD seperti sebelum bisa membaca anak harus mengetahui bentuk-bentuk geometri untuk dapat membedakan huruf. Jadi terkait pro kontra terkait perlu atau tidak PAUD, menurut Mba Voni perlu.

Selain itu, ternyata pendidikan pra-sekolah (untuk usia anak 3-5 tahun) memiliki manfaat untuk perkembangan anak, karena pada dasarnya bertujuan mengembangkan aspek perkembangan anak mulai dari kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial-emosi, dan moral. Tidak ada ketentuan khusus mengenai usia ideal bagi anak untuk memulai menjalani PAUD. Semuanya tergantung pada kebutuhan dan tingkat kesiapan anaknya, serta apa tujuan orangtuanya memasukan anak ke PAUD/TK/Playgroup.

Sebelum anak memulai pendidikan anak usia dininya, tak bisa dipungkiri bahwa ada sejumlah kekhawatiran ketika orang tua harus melepaskan anak ke sekolah, kita sebagai orang tua pun perlu membantunya dengan seoptimal mungkin. Berikut tips-tips yang dapat dilakukan orangtua untuk mempersiapkan si kecil.

1. Membentuk Kebebasan dalam Diri Anak

Seorang direktur sekolah usia dini di Florida AS, mengatakan bahwa sebelum orang tua mengirim anak-anaknya ke playgroup, maka penting bagi mereka mengajarkan pada anak-anaknya untuk memahami kebebasannya dalam dirinya serta mengembangkan kemampuan dasar anak untuk merawat dirinya.

Seperti misalkan anak-anak bebas untuk melakukan beberapa hal yang menyangkut perawatan dirinya yakni seperti mencuci tangan, menutup resleting tas atau bahkan menutup mulutnya saat ia bersin. Hal ini semata-mata penting dilakukan agar anak-anak tahu dimana dan sampai mana batas kebebasan yang ia miliki.

2. Kembangkan Rasa Sosial dalam Diri Anak

Rasa sosial yang akan diberikan pada pendidikan anak usia dini, antara lain adalah berbagi kepada teman, berpartisipasi, memanfaatkan giliran dan lain sebagainya. Untuk itu, berikan sedikit gambaran pada anak bagaimana mereka belajar hal tersebut. Ajarkan pada anak bagaimana mengucapkan terimakasih, memberikan salam dan pelajaran lain tentang bagaimana mereka mengungkapkan rasa hormat terhadap orang lain.
Selain itu kenalkan anak dengan teman seusianya, bertemu untuk bermain, menghabiskan waktu, dan anak akan belajar bagaimana berkenalan dengan orang baru, agar anak tak merasa canggung atau bingung untuk bersosialisasi untuk pertama kalinya di sekolah.

3. Sesuaikan jadwal harian dengan jadwal sekolah

Bangun pagi, mandi, dan sarapan perlu dibuat jadwal yang baru. Sesuaikan dengan jadwal sekolah yang nanti akan dijalani anak. Setidaknya dua minggu sebelum masuk sekolah, bantu anak untuk membiasakan diri bangun pagi dan bersiap-siap untuk sekolah. Nggak perlu terlalu memaksa. Semangati dan motivasi anak untuk memiliki kebiasaan yang baik. Kalau perlu beri reward atau hadiah juga saat ia berhasil melakukan kebiasaan baik yang baru.

4. Buat aturan yang dapat disepakati bersama

Seringkali anak sulit untuk diatur, ketika diberi peraturan kadang mereka tidak peduli dan asik dengan aktifitas yang sedang dilakukan. Akan tetapi, penting bagi anak untuk bisa disiplin menghormati segala peraturan yang diberikan oleh sekolahnya. Salah satu solusi dalam membiasakan anak taat peraturan adalah memiliki aturan yang bisa disepakati bersama, seperti sebelum anak bermain harus sarapan terlebih dahulu, siang adalah waktunya tidur siang, tidur tidak boleh diatas jam 9. Tak perlu terlalu membebani dengan jadwal yang padat dulu. Pelan-pelan saja, buat dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Sumber :
Hasil wawancara dengan Psikolog Lucia Voni Pebriani, S.Psi., M.Psi yang juga merupakan dosen Psikologi UNPAD

Manfaat PAUD bagi Si Kecil

Mam, ternyata ini pentingnya mengikutkan si Kecil dalam kegiatan PAUD untuk mendukung sinergi akal, sosial, dan fisik, serta kesiapannya bersekolah.

Sebelum Mendaftarkan Anak Pendidikan Usia Dini, Berikut Tips Persiapan yang Bisa Dilakukan

berikut ini beberapa hal yang bisa anda terapkan pada si kecil sebelum mereka didaftrakan ke lembaga pendidikan usia dini.


https://www.vemale.com/keluarga/103756-menyiapkan-anak-masuk-paud-tk-ini-yang-perlu-moms-lakukan.html
Santrock, J. W. (2010). Child development (13th ed.). N ew York: McGraw-Hill.