Testimoni – Kunjungan ke Proyek Site Skill To Succeed Yayasan Sayangi Tunas Cilik

Ditulis Oleh: Farah Husnika Fauziyah

(Relawan Magang – Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran)

Hari pertama datang ke Subang disambut dengan suhu 32 derajat. Alhamdulillah, perjalanan dengan naik mobil ke rumah Dheo lancar. Subang memang anti macet, beda dengan Bandung. Keesokan harinya, hari pertama datang ke kantor IBU Subang. 20 menit naik angkot dari rumah Dheo di Cipeundeuy ke Kalijati. Sesampainya disana, disambut oleh Kak Ugih dan Kak Silvi. Kamipun mulai membahas proyek Skill to Succeed (S to S). Setelah mendapat penjelasan dan tanya jawab dengan Kak Silvi selaku Project Manager S to S, kami bersama Kak Andi, konselor proyek S to S membahas kegiatan yang akan dilakukan seminggu kedepan yaitu membuat kajian awal. Di hari pertama juga, kami mulai mencari bahan kajian ketenagakerjaan di internet dan menganalisisnya dengan metode fishbone. Keesokan harinya, kami melakukan filing bahan kajian yang sudah dikumpulkan sebelumnya dan melakukan kunjungan ke Desa Jabong untuk meminta izin kegiatan ke kepala desa. Hari ketiga, kami pergi ke Desa Carasas untuk melakukan monev Proyek Livelihood. Kami melihat langsung bagaimana cara pembukuan dan evaluasi keuangan KUBE. Hari selanjutnya, bersama Kak Andi kami melakukan advokasi ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Advokasi dilakukan untuk mencari tahu bagaimana program PLUT yang bekerjasama dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hari terakhir yang paling mengesankan, kami mengikuti rapat koordinasi bersama fasilitator lokal di kantor. Rapat koordinasi membahas kendala dan kontrak kerja fasilitator. Di rapat koordinasi pula, fasilitator lokal diminta membuat monthly report, timesheet, dan rencana kerja bulan Agustus.

Saya mendapat banyak pelajaran dari kunjungan ke Subang ini. Mengenai sistem kerja IBU, cara merancang kajian awal, melakukan advokasi, melakukan monitoring dan evaluasi, menfasilitasi fasilitator lokal dalam melakukan tugasnya, dan sebagainya. Tim IBU Subang juga membagi banyak pengetahuan kepada kami. Dari Kak Ugih kami belajar tentang relawan IBU dan cara kerja IBU; belajar membuat laporan kegiatan, advokasi, membuat kajian awal dari Kak Andi;  belajar monitoring dan evaluasi dan advokasi dari Kak Silvi. Serta pelajaran kehidupan dari Tim Subang lainnya.

Pesan saya untuk Tim Subang, semoga solid selalu. Semoga proyeknya lancar, dan bisa memberi manfaat yang banyak untuk masyarakat. Dan semoga proyek ini bisa terus diadakan dan makin luas jangkauannya.