Mengenali Ketakutan dan Kecemasan pada Anak

Penulis: Dewinta Fertila, M.Psi

dewinta_99@yahoo.com

Pada dasarnya rasa takut dan cemas adalah bentuk respon emosi yang normal, yang salah satu fungsinya adalah untuk meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ketika seorang anak memiliki ketakutan atau kecemasan terhadap sesuatu, maka sebenarnya itu adalah kesempatannya untuk mengembangkan kemampuan pemikiran maupun fisiknya dalam menghadapi ketakutan dan kecemasannya tersebut.

Definisi takut adalah bentuk perasaan (emosi) yang berfungsi sebagai alarm bagi anak. Respon terhadap rasa takut adalah fight atau flight (melawan atau menghindar). Respon ini kemudian juga mengaktifkan sistem saraf otonom. Dari ciri fisik akan terlihat dengan keluarnya keringat, badan gemetar, otot yang menegang, napas yang menjadi lebih cepat, dan detak jantung lebih kencang. Misalnya saja anak yang takut dengan anjing. Ketika bertemu anjing di jalan, maka responnya ada 2, ada yang kemudian melempar dengan batu, mengeluarkan suara untuk mengusir anjing (fight) atau ada juga yang kemudian berteriak dan lari menghindar (flight). Perkembangan usia anak mempengaruhi persepsi dan pemahaman mereka terhadap objek yang diartikan sebagai suatu ancaman. Misalnya saja anak umur 6 bulan takut dengan suara yang keras, anak usia 7-8 bulan takut dengan orang asing, anak usia 2 tahun takut dengan objek besar yang mendekatinya.

Berbeda dengan takut, kecemasan adalah suatu bentuk keyakinan emosi yang ditandai dengan perasaan-perasaan negatif. Misalnya cemas dengan kejadian atau situasi negatif, yakin bahwa akan terjadi hal-hal yang buruk. Kecemasan penting dimiliki karena kemudian mempersiapkan anak untuk mengembangkan kemampuan perencanaan dalam menghadapinya. Misalnya saja rasa cemas tidak bisa lulus ujian membuat anak kemudian belajar lebih giat sehingga lebih siap menghadapi ujiannya.
Tabel di bawah ini memperlihatkan sumber yang dianggap menakutkan bagi anak sesuai dengan usianya.

Usia Hal yang menjadi sumber ketakutan atau kecemasan
1 tahun –      Berpisah dari orang yang menjaganya (orang tua, kakek, nenek, pengasuh)

–      Orang asing

–      Toilet / kamar mandi

2 tahun –      Suara keras seperti kereta api atau petir

–      Tokoh khayalan (misalnya monster)

–      Kegelapan

–      Berpisah dari orang yang menjaganya

3 tahun –      Objek yang terlihat (topeng, badut)

–      Binatang tertentu

–      Kegelapan

–      Sendirian

–      Berpisah dari orang yang menjaganya

4 tahun –        Suara ( misalnya suara bising, sirine)

–        Kegelapan

–        Binatang

–        Ditinggalkan orang tua saat malam hari

–        Pencuri

–        Tokoh khayalan