Pelatihan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Cimahi

Pemerintah Kota Cimahi telah menetapkan Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai bagian dari pembangunan. Program PPM merupakan perwujudan janji Walikota Cimahi yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2018. Dari hasil evaluasi program PPM tahun pertama, didapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan yang perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah pemahaman aparatur di tingkat kelurahan dalam memahami konsep pemberdayaan masyarakat yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kurang mulusnya proses pelaksanaan program ini di masyarakat. Dengan demikian, dibutuhkan penguatan kapasitas di tingkat kelurahan.

DSC08181_600x399Pelatihan penguatan kapasitas dilaksanakan tanggal 27 dan 28 Februari 2019 bertempat di Hotel Sari Ater, Subang. Peserta pelatihan sejumlah 72 orang diwakili dari Kasie Sarana Prasarana dan Kasie Pemberdayaan dari 15 kelurahan; perwakilan kecamatan; serta perwakilan dinas terkait di Pemerintah Kota Cimahi. Peserta kemudian diharapkan dapat memberikan bantuan teknis pelaksanaan program kepada tim pelaksana yang ada di tingkat RW. Program PPM dilaksanakan dalam upaya sejalan dengan konsep pembangunan partisipatif yang melibatkan peran masyarakat di tingkat akar rumput. Kelompok-kelompok rentan seperti warga miskin, penyandang disabilitas, anak-anak, serta kelompok lainnya, lebih dilibatkan untuk didengar suaranya. Masyarakat diharapkan lebih berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan yang mempengaruhi hidup mereka.

Penyelenggaraan pelatihan mempunyai tujuan agar peserta memahami konsep dan pengertian pemberdayaan masyarakat secara umum,  mengetahui maksud dan tujuan pelaksanaan program PPM di Kota Cimahi (berdasarkan peraturan walikota), mengetahui teknis penyusunan perencanaan (memandu masyarakat/kelompok RW dalam penyusunan proposal kegiatan pemberdayaan masyarakat), dan mengetahui teknis melakukan evaluasi dan mengukur tingkat pemberdayaan masyarakat.


Cimahi City Government has established a Community Empowerment Development Program (CED) as part of city development. The CED program is a manifestation of the promise of the Mayor of Cimahi which began to be implemented since 2018. From the results of the evaluation of the first year PPM program, there were some shortcomings in the implementation on the ground that needed to be improved. One of them is the understanding of officials at the urban village level in understanding the concept of community empowerment which is one of the factors that causes the process of implementing the program to be less smooth in the community. Thus, capacity building is needed at the urban village level.

Capacity building training was held on February 27 and 28 2019 at Sari Ater Hotel, Subang. 72 participants were represented by the Head of the Infrastructure and Community Empowerment Section from 15 urban villages; sub-district representative; and related agency representatives in Cimahi City Government. Participants are then expected to provide technical assistance for program implementation to the implementing team at the neighborhood level. The CED program is implemented in an effort in line with the concept of participatory development which involves the role of the community at the grassroots level. Vulnerable groups such as the poor, people with disabilities, children and other groups are more involved to be heard. Communities are expected to participate more in development planning and decision-making that affect their lives.

The implementation of the training has the aim that participants understand the concept and understanding of community empowerment in general, know the aims and objectives of implementing the PPM program in Cimahi City (based on mayor’s regulations), know the technical planning (guiding neighborhood / community groups in the preparation of community empowerment proposal) know the technical conduct of evaluating and measuring the level of community empowerment.