Mendaur Ulang Tumpukan Pakaian Menjadi Kerajinan Vas dan Keset

Penulis: Relawan Lokal IBU di Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 April 2019, Warga Desa Bangga di Kecamatan Dolo Selatan terkena dampak bencana banjir bandang akibat curah hujan yang tinggi. Kami melakukan asesmen terkait data keseluruhan terdampak di tiap posko pengungsian. Kebutuhan mendesak pada saat itu, seperti air bersih, pakaian layak pakai, dan barang pangan. Kami melihat pendistribusian bantuan berhamburan di posko pengungsian dan akhirnya bantuan seperti pakaian menumpuk di posko.

Setelah mendapatkan dana dari kegiatan “Charity Palu”, kami dan warga Desa Bangga mulai bergerak untuk mendaur ulang tumpukan pakaian tersebut untuk dijadikan produk kerajinan vas bunga dan keset kaki. Perlahan, kami dampingi anak-anak dan orang tua agar mampu membuat sebuah produk kerajinan yang layak guna dan pakai. Hal tersebut pula untuk meredakan kondisi psikis warga Desa Bangga pasca bencana banjir bandang. Kami mencoba membagikan informasi mengenai produk kerajinan ke media sosial dan ternyata ada yang tertarik untuk memesan. Dari hal tersebut, warga Desa Bangga yakin bahwa ini dapat menjadi potensi sumber penghasilan. Warga Desa Bangga membuat beberapa kelompok kerja yang terdiri dari tiga kelompok ibu dan satu kelompok orang muda. Mereka berharap hal tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah setempat.

Dari keseriusan kegiatan warga Desa Bangga, ada beberapa orang yang mendonasikan berupa peralatan gunting, paku, cat, dan semen untuk mendukung pembuatan kerajinan. Hingga kini, Warga Desa Bangga telah berhasil menjual produk kerajinan keset ke Kota Palu. Harapan dari Warga Desa Bangga yaitu dapat mendirikan lapak di Kota Palu untuk pemasaran vas dan keset kaki.

Suatu malam, kami bertanya kepada kelompok anak yang sedang membuat sebuah kerajinan keset kaki, “Biasanya dapat THR dari mana?” Lalu mereka menjawab, “Ini kak. Sudah dapat THR. Dengan duduk gembira, bercanda bersama teman-teman, dan dapat ilmu membuat kerajinan dan bisa dapat uang”.


Writer: IBU local volunteer at Central Sulawesi

On April 28, 2019, the people of Bangga Village in Dolo Selatan District were affected by the flash flood disaster due to heavy rains. We conducted an assessment related to the overall affected data in each shelter. Urgent needs at that time, such as clean water, proper clothing, and food items. We saw the distribution of aid scattered in the evacuation post and eventually the aid such as clothing piled up in the shelter post.

After getting funds from the “Palu Charity” activity, we and the people of Bangga Village began to move to recycle the piles of clothing to be used as craft products for flower vases and doormat. We assisted children and parents to be able to make a usable handicraft product. This activity also to ease the psychological condition of the people of Bangga Village after the flash flood disaster. We shared the information about craft products to social media and it turns out that there are people who are interested in ordering. At that point, people of Bangga Village believe that this can be a potential source of livelihood. They make several working groups consisting of three groups of women and one group of youth. They hope that this can be of concern to the local government.

From the seriousness of the activity, there were several people who donated such as scissors, nails, paints, and cement to support the making of crafts. Until now, people of Bangga Village have succeeded in selling doormat products to the City of Palu. They hope is to be able to establish a facility in Palu City to sell vases and doormat.

At one night, we asked a group of children who tried making a doormat craft, “Where do you usually get THR (religious holiday allowance)?” Then they answered, “This is it. We already got a THR. By happily sitting together, having fun with friends, and getting the knowledge of making crafts and can get money “.