Tim IBU


207465_10150165827688211_522323_n

Pembina dan Pendiri, Ridwan “Jack” Gustiana adalah seorang dokter dan lulusan magister bidang Kesehatan Masyarakat dari Liverpool School of Tropical Medicine, Liverpool. Ridwan telah memiliki pengalaman profesional lebih dari 10 tahun dalam pengembangan, pengelolaan, dan pelaksanaan program-program dalam bidang Kesehatan Ibu dan Anak, Penyakit Menular, Kesehatan Reproduksi, dan Nutrisi. Beliau ahli dalam merancang program-program kesehatan berbasis masyarakat termasuk mengelola tim terkait untuk mencapai hasil yang diharapkan. Beliau juga memiliki pengetahuan yang kaya mengenai metodologi BCC (Behavioral Change Communication atau Komunikasi Perubahan Perilaku), Participatory Learning Action (PLA)/Tindakan Pembelajaran Partisipatif dan bagaimana menerapkannya dalam program kesehatan, nutrisi, dan kebersihan. Trainer SPHERE, sebuah kursus standard minimal dalam Penanganan Bencana; Spesialis Kesehatan Masyarakat dalam bencana terutama dalam bidang Penyakit Menular, trainer Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Selain itu beliau adalah salah satu specialis dalam Pengurangan Resiko Bencana, Kesiapasiagaan Bencana, dan Emergency Response di Yayasan IBU.

(Board of Patron and FounderRidwan “Jack” Gustiana is a doctor and magister graduate in Public Health from Liverpool School of Tropical Medicine. Ridwan has more than 10 years of experience in development, management, and implementation of Maternal & Child Health, Infectious Disease, Reproductive Health, and Nutrition programs. He is an expert in designing people-based health programs including resource management to achieve the expected outcomes. He has vast knowledge about BCC (Behavioral Change Communication) methodology, PLA (Participatory Learning Action), and their implementation in health, nutrition, and sanitary programs. He is also a trainer of SPHERE, a minimum standard course in disaster management as well as a specialist of public health in disaster especially in infectious disease and people-based total sanitary. He is also one of specialists in disaster risk management, disaster awareness, and emergency response in IBU Foundation.)

photo_2016-04-22_13-07-23

Pengawas, Hendro Nugroho adalah seorang dokter yang memiliki keahlian terutama di bidang kesehatan masyarakat dan terkait kebijakan pemerintah dalam program kesehatan. Memiliki pengetahuan yang kaya mengenai pengelolaan, dan pelaksanaan program-program dalam bidang Kesehatan Ibu dan Anak, Penyakit Menular, Kesehatan Reproduksi, dan Nutrisi. Beliau menjabat sebagai pengawas sejak tahun 2012 hingga saat ini.

(Board of Advisory, Hendro Nugroho is a doctor with specialized skill in public health and government policy in health program. He has vast knowledge about management and implementation of Maternal & child health, infectious disease, reproductive health, and nutrition programs. He serves as trustee from 2012 to present.)

DSC_0037_800x536

Ketua Yayasan dan Spesialis Psikososial & Pengembangan Anak Usia Dini, Rika Setiawati memiliki latar belakang psikologi khususnya dalam ranah psikologi klinis anak. Sejak 2005 Ia bekerja menangani program-program Psikososial Pasca Bencana dan Pengembangan Anak Usia Dini Berbasis Masyarakat. Memiliki kualifikasi dalam manajemen project (program dan operasional), terapi dan konseling, menulis, dan teknik fasilitasi partisipatoris. Dedikasinya dalam ranah terapi membawanya pada pemilikan Hak Kekayaan Intelektual dari Body Movement Integrative Approach bersama beberapa rekannya.

(Chairman and Psychosocial & Early Child Development Specialist, Rika Setiawati has a background education in psychology, especially in child clinical psychology. Since 2005 she handles post-disaster psychosocial and people-based early childhood development programs. She has qualification in project management (program and operational), therapy and counseling, writing, and participatory facilitating technique. Her dedication to therapy brought her to register intellectual property of Body Movement Integrative Approach along with some colleagues.)

IMG_20181125_072226

Wakil Ketua Yayasan, Brata Manggala mempunyai latar belakang ilmu Kesejahteraan Sosial. Lebih dari 10 tahun pengalaman bekerja di NGO nasional dan internasional untuk isu anak dan remaja di area pendidikan, kesehatan reproduksi, perlindungan anak, kesehatan masyarakat, disabilitas, psikososial, kesiapan kerja dan manajemen bencana. Sebelumnya pernah bergabung dengan Yayasan IBU untuk program pengurangan angka kejadian demam berdarah dan program pengurangan risiko bencana serta tanggap darurat.

(Vice Chairman, Brata Manggala having a background in Social Welfare science. More than 10 years of experience working in national and international NGOs on child and youth issues in the areas of education, reproductive health, child protection, public health, disability, psychosocial, work readiness, and disaster management. Previously, he joined the IBU Foundation for a program to reduce the number of dengue fever events and disaster risk reduction and emergency response programs.)

Sekretaris Umum dan Penasihat Pengelolaan Sumber Daya Manusia,  Kiki Noorrizki memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam seleksi personel dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di latar belakang organisasi formal, membuatnya tertantang ketika mendapat tawaran untuk mengelola SDM di IBU Foundation. Pertama kali masuk sebagai konsultan HR eksternal di September 2018, selanjutnya berkesempatan untuk menempati posisi sebagai Sekretaris Umum, membuatnya terlibat lebih jauh mendalami pengelolaan SDM di dunia kemanusiaan yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan kenyamanan kerja bagi para staf dan relawan. Menyusun sistem Human Resource Management yang sejalan dengan nilai-nilai luhur IBU Foundation serta mampu menjawab kebutuhan personel di berbagai tuntutan program menjadi tujuan yang membuatnya selalu terbuka untuk belajar.

(General Secretary and Human Resource Advisor, Kiki Noorrizki has a long experience in personnel selection and HR management in formal organizational settings, made her challenged when she was offered to manage HR at IBU Foundation. At first position as an external HR consultant in September 2018, then had the opportunity to occupy the position of General Secretary, making her involved more further in the management of human resources in the humanitarian world who can contribute in improving organizational effectiveness and job welfare for the staff and volunteers. Developing a Human Resource Management system that in line with IBU Foundation’s values and being able to answer the needs of personnel in various program demands is a goal that makes it always open to learning.)

Bendahara, Riki Gustiansyah berlatar belakang akademik di management. Merupakan relawan IBU di program kemanusiaan di awal terbentuknya IBU di awal tahun 2005. Riki merupakan salah satu pendiri IBU dan turut menjadikan IBU sebagai lembaga yang memiliki badan hukum. Setelah selesai masa program di Aceh, Riki memfokuskan posisinya dalam pengembangan bidang keuangan dan operasional organisasi.

(Treasurer, Riki Gustiansyah has an academic background in management. Is one of the IBU volunteers in the humanitarian program at the beginning of the formation of IBU in early 2005. Riki is one of IBU founders and helped make IBU an institution that has a legal entity. After completing his program in Aceh, Riki focused in developing the organization’s financial and operational areas.)

Sarce (1)

Eksekutif Direktur, Pramaningtyas Sarce Margareth berlatar belakang Psikologi. Mulai bergabung dengan IBU sejak tahun 2009 sebagai tim Psikososial dalam program pemulihan awal gempa Garut Jawa Barat. Semenjak itu, banyak terlibat dalam implementasi program IBU, salah satunya sebagai Project Manager dalam program Early Childhood Development di Cianjur Selatan, menjadikan perempuan tomboy ini mendalami bidang anak usia dini baik dalam pengembangan pendidikan maupun kesehatannya dari segi pengembangan masyarakat.

(Director Executive, Pramaningtyas Sarce Margareth Rumbiak has background in psychology and joined IBU since 2009 as psychosocial team in early recovery program of earthquake disaster in Garut, Jawa Barat. Since then, she was involved in IBU programs implementation, including as Project Manager in Early Childhood Development program in South Cianjur, thus enriched her in early childhood education and health from the perspective of community development.)

Direktur Program, Levina Ardiati dengan latar belakang pendidikan kesehatan masyarakat khususnya dalam informatika kesehatan. Memiliki pengalaman sebagai Koordinator Operasional dan Komunikasi di SOLIDARITAS, Office Manager pada Aliansi Remaja Independen dan keterlibatan dalam berbagai riset kesehatan selama mahasiswa membuat ia mampu mengelola dukungan administrasi dan operasional organisasi.

(Program Director, Levina Ardiati with a background in public health education, especially in health informatic. Having experience as Operational and Communication Coordinator at SOLIDARITAS, Office Manager at Aliansi Remaja Independen and involve in various health researches throughout the student’s life enabled her to manage the administrative and operational support of the organization)

teh vita

Senior Technical Advisor, Isma Novitasari lulusan Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg ini sangat aktif dalam berbagai riset dan penelitian khususnya bidang kesehatan. Perempuan yang akrab disapa Vita ini memiliki keahlian mengenai Maternal and Child Health, Family Planning, Neglected Tropical Diseases – specifically dengue, Monitoring & Evaluation, Formative Research, dan Public Policy. Mulai terlibat di IBU menjadi relawan Merapi dan End line evaluation dalam Program Early Childhood Development di Cianjur, Jawa Barat.

(Senior Technical Advisor, Isma Novitasari graduated from Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg and is an ac ve researcher of health issues. Vita, as she is usually called, has expertise in maternal & child health, family planning, neglected tropical disease (specifically dengue), monitoring & evaluation, formative research, and public policy. She began involved in IBU as volunteer and Merapi and as an end-line evaluator in Early Childhood Development Program in Cianjur, West Java)

 

1898054_10152290550779314_705820201_n

Goodwill Ambassador, Cathy Sharon Model dan aktris Indonesia yang juga sempat aktif menjadi VJ ini memiliki jiwa sosial dan keinginan untuk membantu sesama yang sangat tinggi. Cukup lama ia memendam keinginan untuk bergabung dan terlibat dalam organisasi kemanusiaan. Pada Agustus 2009, ia mempercayai IBU Foundation dan menerima tawaran untuk menjadi duta besar organisasi.

(Goodwill Ambassador, Cathy Sharon is an Indonesian model and actress who has remarkable goodwill in helping others. For long she kept her wish to join and participate in humanitarian organization. On August 2009, she trusted IBU Foundation and accepted the offer to be the ambassador of the organization.)