Sejarah IBU

IBU terbentuk ketika seromUntitledbongan relawan melakukan kegiatan dalam meresponse bencana tsunami dan gempa pada tanggal 26 Desember 2004 di Aceh dan Nias. Terdiri dari relawan Indonesia dengan profesi dokter, paramedis, psikolog, insinyur, dan relawan pendukung yang turut serta menangani situasi gawat darurat bencana pada saat itu.

IBU mulai beroperasi dari sejak tanggal 1 Januari 2005 dengan jumlah relawan sebanyak 115 orang yang telah menyumbangkan waktu dan tenaganya pada masa itu. Dalam pertengahan tahun 2007, IBU menjadi Organisasi Non Pemerintah Nasional yang sah dan terdaftar sebagai sebuah yayasan yang menyelenggarakan program-program kemanusian dan pembangunan di seluruh Indonesia.

Dalam menghadapi banyak tantangan dan beradaptasi dengan tuntutan untuk menjadi sebuah organisasi yang kuat dan berkelanjutan, IBU bereformasi sejak tahun 2011, dengan mereformasi struktur, strategi, dan aspek hukumnya. Di akhir tahun 2011, Yayasan IBU mendaftarkan diri kembali ke pemerintah Indonesia sebagai yayasan baru dengan nama Indonesia Bhadra Utama (IBU).


IBU was established when a group of volunteers responded to the 2004 Aceh and Nias earthquake and tsunami disaster. They consisted of doctors, paramedics, psychologists, engineers, and support volunteers who participated
in responding to the emergency disaster situation at that time.

Since January 1st, 2005 there were 115 volunteers contributed. By the middle of 2007, IBU registered as legal Non – Government Organization and a foundation that performed humanitarian and development programs across Indonesia.

In facing many challenges and adapting to the demands of becoming a strong and sustainable organization, IBU reformed its structure, strategies, and legality in 2011 to develop a sustainable organization. By the end of 2011, IBU Foundation re-registered as a new foundation under the name Indonesia Bhadra Utama (IBU).