VISI dan MISI

VISI

Masyarakat Indonesia, dalam kehidupan sehari-hari, memprioritaskan penyiapan generasi penerus yang berkualitas dalam hal kesehatan, kecerdasan (emosional, intelektual dan sosial) dan keamanan dari risiko bencana. Hal ini ditunjang oleh tiga pilar pemangku kepentingan utama yaitu pemerintah, lembaga pendana dan jaringan organisasi masyarakat sipil.11825762_10153534808944314_825044096546286948_n

Dalam rangka penyiapan generasi penerus ini, pemerintah nasional dan daerah meningkatkan alokasi dana publik untuk pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar serta kesehatan ibu dan anak serta melaksanakan program-program perkembangan anak usia dini sebagai investasi negara untuk membangun generasi penerus yang cerdas, sehat dan terpapar risiko bencana yang lebih kecil.

Sejalan dengan itu, lembaga pendana baik lembaga donor maupun LSM nasional/internasional di semua sektor telah mempertimbangkan dan memperhitungkan serta mengalokasikan dana program untuk isu-isu yang terkait dengan perkembangan anak usia dini. Isu ini menjadi isu prioritas yang sejajar dengan isu pembangunan strategis lainnya seperti pemberantasan kemiskinan, perubahan iklim, kesetaraan gender dan isu HAM pada umumnya. Sehingga isu-isu terkait perkembangan anak usia dini terwacanakan pada khalayak yang luas dan jaringan masyarakat sipil yang bergerak di berbagai bidang terlibat aktif dalam menjadikan isu tersebut sebagai bagian penting dari rancangan program mereka baik dalam bentuk community service, penelitian, maupun advokasi kebijakan.

(The Indonesian, prioritizing the preparation of qualified future generations in terms of health, intelligence (emotional, intellectual, and social) and secure from disaster risk. This is supported by three main pillars of stakeholders, namely the government, funding agencies and networks of civil society organizations. In-order-to prepares the future generation, national and regional governments increase the allocation of public funds for early childhood education, elementary education, health of mother and child, and early childhood development programs
establishment as a state investment to develop smart, healthy and disaster risk-safe future generation.

In-order-to prepares the future generation, national and regional governments increase the allocation of public funds for early childhood education, elementary education, health of mother and child, and early childhood development programs establishment as a state investment to develop smart, healthy and disaster risk-safe future generation.

Correspondingly, funding agencies including donors and local/international NGOs in all sectors have considered, calculated, and allocated funds into the early childhood development issue. It become the priority issue that alligned with other strategic development issues such as: eradicating poverty, climate change, gender equality and human rights in general. Furthermore, early childhood development issues are addressed to public and civil society networks that concerned on those issues to be developed as community service program, research and advocacy.)

MISI

– Yayasan IBU memfokuskan diri pada aktivitas layanan pemberdayaan kedaulatan komunitas, penelitian-penelitian dan policy engagement dua arah (kepada pembuat kebijakan dan masyarakat sipil) di bidang kedaulatan ekonomi masyarakat miskin, kesehatan ibu-anak, pendidikan anak usia dini dan pengurangan risiko bencana.
– Yayasan IBU menggunakan keahliannya untuk memfasilitasi pembangunan layanan kesehatan ibu-anak, pendidikan anak usia dini, dan pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada kedaulatan masyarakat dalam menentukan nasibnya sendiri.196153_10150161108554314_2756585_n
– Yayasan IBU juga akan menggerakkan dan menjembatani kolaborasi jejaring masyarakat sipil yang mencakup kalangan akademis, peminat kegiatan kesukarelawanan, organisasi-organisasi layanan sosial, dan media untuk mendorong isu tumbuh-kembang anak usia dini menjadi isu prioritas nasional.
– Manajemen yayasan mengembangkan penguatan basis pendanaan organisasi melalui upaya-upaya berjejaring dengan lembaga-lembaga pendana yang memiliki visi yang selaras dengan Yayasan IBU, penggalangan endowment fund dan kegiatan komersial yang mendatangkan pemasukan sesuai koridor hukum dan nilai-nilai organisasi.I (11)
– Manajemen yayasan memastikan pengembangan kompetensi staff dilakukan secara berkesinambungan dan pengelolaan pengetahuan dilaksanakan secara sistematis. Manajemen eksekutif juga memfokuskan pengembangan organisasi dalam area manajemen mutu dan risiko organisasi yang jelas dan dikembangkan secara berkala.

(- IBU Foundation focused on community empowerment service, research, and two-ways policy engagement (policy maker and civilian public) in economic sovereignty of people, mother & child health, early childhood education, and disaster risk management.

– IBU Foundation facilitate the development of mother & child health and early childhood education service as well as economic empowerment based on people’s sovereignty in determining their own destiny.

– IBU Foundation will also mobilize and bridge the collaboration of civil public networks consisted of academics, volunteers, social service organisations, and media to encourage early childhood development issue into national priority issue.

– Management of the organisation develops the basis of funding organisation through networking efforts with funding organisations that shared the vision with IBU Foundation, endowment fund raising, and commercial activities to generate income in line with the law and organisational values.

– Management of the organisation ensures the sustainable development of staff competencies and systematic management of knowledge. Executive management also focuses on organizational development in term of risk and
quality management.)


Share this
Share this