Bermain di Musim Hujan? Kenapa Tidak?

Disusun oleh: Yasinta Alfiah

Jika kita mengingat masa kecil dulu, hal yang diinginkan saat turun hujan ialah mandi atau main air hujan di halaman rumah, namun orang tua selalu berusaha melarang, karena berbagai kekhawatiran yang terjadi, misalnya air hujan yang kotor, takut sakit, atau alasan lainnya. Namun sesekali ternyata orang tua boleh mengijinkan anaknya bermain air saat hujan selama kondisi badan anaknya yang fit, karena ternyata ada beberapa manfaat dari mandi atau main air hujan.

Pertama, menambah pengetahuan anak

Saat anak main hujan, orang tua bisa ikut menemani sambil menjaga anak. Orang tua pun bisa menjelaskan secara sederhana pada anak tentang hujan, dari mana hujan, apa bahayanya jika terlalu lama hujan, atau semua pertanyaan yang dilontarkan si kecil tentang keingintahuannya terhadap hujan dan alam.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Saat bermain hujan, tubuh anak akan berupaya mengimbangi perubahan suhu yang drastis, sama seperti ketika ia mandi air dingin. Dengan membiarkannya sesekali bermain hujan, maka tubuhnya akan mempunyai kemampuan lebih untuk beradaptasi dengan suhu dingin. Kondisi ini juga akan merangsang imunitasnya untuk mengimbangi perubahan suhu yang diterima oleh tubuh.

Menjauhkan Stres

Tidak ada anak kecil yang tidak suka bermain hujan-hujanan. Jatuhnya ribuan air hujan ke bumi yang mengenai kulit akan membawa perasaan senang, dan ia bisa bebas bermain dengan teman sebayanya. Misalnya bernyanyi dan menari, lomba mengumpulkan tetesan air hujan, atau ia akan sangat senang mengajak orang tua mencoba jas hujan yang baru dibeli. Selain itu, bermain hujan bantu memperlancar peredaran darah, sehingga si kecil akan lebih rileks.

Meningkatkan Kemampuan Fisik Dan Motorik

Selama bermain hujan-hujanan, anak akan banyak menggerakkan anggota tubuhnya dari kepala hingga kaki. Ia akan berlari, melompat, menadahkan tangan, menengok ke atas bahkan mencipratkan air. Secara tidak langsung, aktivitas ini akan merangsang kemampuan motoriknya untuk berkembang optimal.

Menstimulasi Daya Kreativitas

Jangan jadikan hujan sebagai halangan untuk bermain dan berkreasi. Ajak si kecil membuat perahu dari kertas, kemudian luncurkan di aliran air. Jika ada teman sebayanya sedang bermain di luar, ajak juga mereka melakukan perlombaan kecil, perahu siapa yang melaju paling cepat. Kegiatan seperti ini akan merangsang si kecil kreatif dengan cara yang menyenangkan.

Bebas Berekspresi

Cobalah sesekali membiarkan anak bermain hujan, dan lihat perbedaannya saat sedang berada di dalam rumah. Ada banyak aktivitas yang akan dilakukan anak di luar, misalnya ia akan berlari, melompat, mencipratkan air, bahkan banyak anak-anak yang sangat senang bernyanyi maupun menari di tengah guyuran tetes hujan. Tak hanya itu, bermain bola saat hujan juga menjadi permainan yang menyenangkan dan memacu anak untuk mengeluarkan ekspresinya.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua saat mengizinkan anak main hujan-hujanan

  1. Jangan di hujan pertama

Ketika hendak mengizinkan anak main hujan, hindari hujan pertama yang turun pertama kali. Mengapa? Hujan yang turun pertama kali (setelah beberapa waktu tidak hujan), adalah hujan yang berfungsi membersihkan polusi udara. Polusi udara, debu dan kotoran di udara, akan terbawa bersamaan dengan air hujan, efek untuk anak pun jadi tidak sehat. Nah, untuk mencegah anak jatuh sakit, baiknya tunggu hingga hujan ke 3 atau ke 4 dalam kurun waktu beberapa hari.

  1. Beri jatah waktu anak untuk bermain hujan

Pemberian batas waktu ini juga akan berpengaruh kepada sikap taat pada peraturan yang akan dimiliki anak, namun pada dasarnya orang tua juga harus konsisten saat memberikan peraturan. Kemudian negosiasi juga perlu dilakukan dengan anak untuk melakukan kesepakatan.

  1. Setelahnya, segera lepas baju basah dan mandi air hangat

Setelah si kecil selesai main hujan-hujanan, segera lepaskan baju anak yang sudah basah kuyup. Hal tersebut berguna agar kelembaban tidak meresap hingga paru-paru si kecil. Jangan lupa untuk membersihkan badan setelahnya, gunakan air hangat untuk menyeimbangkan suhu dingin sebelumnya. Disarankan juga untuk merendam dan menggosok kaki dengan air garam hangat, atau menggunakan sabun antiseptik, agar mencegah adanya infeksi bakteri yang terbawa air hujan.

  1. Beri asupan makanan hangat dan tidur setelahnya

Dinginnya udara ketika hujan turun memang tidak bisa dihindari. Ketika anak Anda selesai main hujan dan membersihkan diri, ada baiknya orang tua memberi makanan atau minuman hangat seperti sup, susu, atau teh. Setelah main hujan, tubuh si kecil akan merasa dingin dan lapar, maka inilah waktu yang tepat untuk menghangatkan organ-organ di dalamnya.

Sehabis mengisi perut, jangan lupa untuk istirahat, karena fisik dan tenaga anak sudah terkuras saat bermain di bawah hujan sebelumnya. Istirahat yang cukup juga dapat menghindari anak terhindar dari sakit.

Itulah manfaat bermain hujan dan hal yang harus diperhatikan saat orang tua mengizinkan anak untuk bermain hujan.

 

Sumber: https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/manfaat-tips-anak-main-hujan/

http://site.tupperware.co.id/babyandkids/tips/manfaat-bermain-hujan-bagi-anak

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPrint this pageEmail this to someone