Nelayan dari Desa Lombonga

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada IBU Foundation,” ungkap Bapak Muhammad Said, seorang nelayan dari Desa Lombonga, pria kelahiran 1965 itu.

Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah pada bulan September 2018 lalu merupakan hari yang begitu kelam bagi masyarakat Kota Palu, Sigi, dan Donggala, khususnya Desa Lombonga, Kecamatan Balesang, Kabupaten Donggala.

Ajal, siapa yang tahu?

Sama halnya dengan kisah Bapak Muhammad Said yang sempat dinyatakan hilang sewaktu musibah besar itu terjadi. Pria berumur 54 tahun itu mengungkapkan tentang rasa kehilangan dan trauma yang ia rasakan ketika gempa dan tsunami hebat itu terjadi. Pak Said tidak hanya kehilangan rumahnya saja, namun juga mata pencahariannya sebagai seorang nelayan. Hal tersebur adalah yang harus ia tanggung setelah gempa dan tsunami itu terjadi pada tahun 2018.

Sejak 39 tahun lalu, tepatnya ketika beliau berumur 15 tahun, Pak Said telah memulai kehidupannya sebagai seorang nelayan. Kisah tersebut bermula tidak hanya dikarenakan ia tinggal di pesisir pantai, namun ayahnya juga merupakan seorang nelayan telah menginspirasinya untuk melakukan pekerjaan yang sama.

Bekerja sebagai seorang nelayan, memang tidak memberikan penghasilan yang cukup besar, namun Pak Said dan para nelayan di Lombonga lainnya dapat menghidupi keluarganya dari hasil laut yang mereka dapatkan.

Penghasilan yang mereka dapatkan setiap harinya tidak dapat ditentukan, ada kalanya setelah melaut mereka hanya mendapatkan 50 hingga 400 ribu. Bahkan juga pernah hanya mendapatkan ikan untuk kebutuhan makan saja.

Penghasilan yang tidak menentu itu menyebabkan beliau dan para nelayan lainnya harus melakukan pekerjaan tambahan demi menghidupi keluarganya. Selain melaut, Pak Said juga melakukan kegiatan bertani dengan menanam tanaman Palawija, namun tetap saja untuk menunggu hasil panen seperti cengkeh dan pala memakan waktu yang cukup lama. Sehingga pekerjaan tersebut juga tidak begitu efisien untuk mendukung kebutuhan sehari-hari Pak Said.

Namun beliau merasa sangat berterima kasih atas kehadiran tim dari IBU Foundation yang telah membantu para nelayan, dengan didistribusikannya sejumlah perahu bagi para nelayan termasuk Pak Said yang kehilangan mata pencahariannya.

Melalui Program Pemulihan Mata Pencaharian yang salah satu fokusnya pada bantuan barang, meningkatkan pendapatan rumah tangga dan pelatihan mengenai perikanan berhasil mengembalikan semangat para nelayan untuk kembali melaut demi memenuhi kebutuhan keluarganya dan menyambung hidup.

Bapak Muhammad Said dan para nelayan di Desa Lombonga lainnya kini akhirnya bisa melaksanakan kembali pekerjaan dan berharap IBU Foundation dapat terus menginspirasi mereka dengan diadakannya diskusi-diskusi serta pertemuan untuk bertukar pikiran dan informasi. Tidak hanya itu, mereka juga sangat berharap untuk dapat diikut sertakan dalam pengambilan keputusan dalam bentuk musyawarah dalam kegiatan IBU Foundation selanjutnya di kemudian hari.