Membangun Sekolah Sehat di SD Inpres Lambara, Kabupaten Sigi

Ibu Adolfina adalah seorang guru dan wali kelas 1 SD Inpres Lambara, Desa Lambara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi. SD Inpres Lambara termasuk salah satu sekolah yang terdampak bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami pada tanggal 28 September 2018 dan menjadi sekolah dampingan WASH In Schools Project atas kerja sama IBU Foundation bersama Care International Indonesia dan UNICEF.

Ibu Adolfina sudah mengajar hampir 9 tahun dan belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan mengenai pendampingan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di sekolah. Beruntung, sekolahnya turut didampingi dan dapat mengikuti Pelatihan ToT PHBS Sekolah, Manajemen Kebersihan Menstruasi, dan Dokter Kecil. Berikut ceritanya.

ToT PBHS, MKM, dan Dokter Kecil

“Menurut Saya pelatihan ini sangat berguna dan baik. Selama mengikuti kegiatan ada banyak pengalaman-pengalaman dan ilmu yang kami dapatkan secara khusus pelatihan tentang cara menerapkan hidup bersih dan sehat di sekolah.”

“Kami merasa bahwa itu (pelatihan) sangat berguna untuk kami terapkan di sekolah untuk anak didik kami. Setelah kami mengikuti pelatihan, sudah banyak yang kami lakukan di sekolah yaitu memperkenalkan kepada anak apa yang sudah kami dapat selama pelatihan. Meliputi memperkenalkan kepada anak untuk cara mencuci tangan dengan baik, mengajarkan kepada anak-anak untuk bagaimana memelihara kebersihan di lingkungan sekolah. Kami sudah mempraktikkannya bahkan guru-gurunya turun langsung bersama siswa untuk mengumpulkan sampah dan membuang sampah di tempat sampah yang sudah disediakan. Kami juga mengajarkan bagaimana siswi saat menstruasi. Kami mengajarkan kepada siswa kami, bagaimana cara kalau kita (anak perempuan) sudah mendapatkan/ mengalami menstruasi. Kami memberikan pemahaman, jika mereka (anak perempuan) sudah menstruasi berarti mereka sudah masuk tahap dewasa. Kami sudah ajarkan ke mereka bagaimana cara kita pada saat mengalami menstruasi.”

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu yang berjualan di kantin sekolah bagaimana menjual makanan yang sehat, terhindar dari bahan pangawet, dan pewarna. Kami juga sosialisasikan kepada mereka (ibu kantin) supaya menjual makanan yang sehat di sekolah agar siswa menjadi sehat dan tidak mudah terkena oleh penyakit. Kami juga sudah mensosialisasikan kepada teman-teman guru supaya mereka tidak merokok di sembarangan tempat, jadi kawasan sekolah kami harus bebas dari rokok.”