Pemuda Bangga

Penulis/Written by: Dini Zakia (Komjep Officer Site Palu)

 

Teman-teman, masih ingat dengan bencana gempa bumi yang menimpa warga Sulawesi Tengah?

Banyak sekali warganya yang terkena dampak, termasuk Aldi (L) dan Elsa (P). Aldi (22) dan Elsa (19) adalah pemuda-pemudi yang tinggal di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. Mereka lahir dan besar di Dusun dua Desa Bangga tepatnya.

Elsa (rambut pendek) ikut dalam pelatihan Rumah Kencana (Elsa, the short hair one, participated in Rumah Kencana Training)

Tak lama setelah gempa, banyak sekali bantuan yang datang dari berbagai lembaga kemanusiaan ke desanya, dari bantuan bahan makanan, tenda pengungsian, suplai air, pakaian bekas, sampai bantuan peralatan darurat keluarga mereka terima. Termasuk bantuan pendampingan psikososial dari IBU Foundation.

Saat distribusi bantuan, Aldi berinisiatif untuk membantu pembagian kepada warga dusun dua, sedangkan Elsa sedang mengajak anak-anak bermain di lapangan tenda darurat. Di situlah kami pertama berkenalan dengan mereka.

Tidak butuh waktu lama untuk membuat Aldi dan Elsa tertarik untuk bergabung dan terlibat dalam pendampingan psikososial yang dilakukan sejak pertengahan Oktober 2018 hingga Maret 2019. Mereka bersedia menjadi relawan lokal untuk desanya. Kegiatan pertama adalah pelatihan pendampingan psikososial terpusat pada anak. Aldi banyak memperlihatkan kebolehannya dalam bernyanyi lagu tradisional Kaili, sedangkan Elsa banyak tersenyum malu-malu. Pelatihan berlangsung selama empat hari, di hari terakhir, mereka membuat rencana tindak lanjut untuk kegiatan yang akan dilakukan di desanya.

Selang waktu kurang lebih satu minggu setelah pelatihan, dusun dua Desa Bangga terkena banjir dari sungai Ore. Limpahan air sungai meluap bersama dengan pasir dari gunung-gunung sekitar. Seketika rumah-rumah yang bertahan sejak gempa terendam pasir hingga setengah dinding. Tenda darurat bertambah. Syukur, tidak ada korban jiwa.

IMG_0606_1600x1067 - Copy
Aldi (kanan foto) mendapatkan merchandise dalam kegiatan Pelatihan Rumah Kencana (Aldi, right position of the photo) received IBU merchandise in participated of Rumah Kencana Training)

Aldi dan Elsa berinisiatif mengorganisir kebutuhan darurat untuk warga dusun dua, mereka mengontak kami dan meminta bantuan untuk distribusi. Data jumlah KK dan bantuan berdasarkan prioritas diidentifikasi oleh mereka bersama dengan para pemuda lain di dusun dua. Elsa banyak mendampingi dengan melakukan permainan-permainan edukatif, sedangkan Aldi menemani mereka bernyanyi sambil bermain gitar bersama anak-anak.

Dalam rangka mengajak anak-anak mengolah kesedihan mereka, Aldi dan Elsa berinisiatif mengajak anak-anak berkegiatan seni yaitu drama. Mereka dan anak-anak bersandiwara tentang bagaimana banjir menimpa mereka, di akhir drama, mereka menutup dengan menyanyikan lagu ciptaan mereka sendiri dengan lirik yang menggambarkan banjir sungai Ore, beberapa anak terlihat menangis.

Ketika program pendampingan dari IBU dan Caritas Swiss mendekati akhir, di setiap desa dampingan mengadakan lesson learn event. Ada panggung kreasi, karnaval, dan stand-stand kerajinan lokal. Di Desa Bangga, sandiwara banjir ditampilkan, anak-anak tampil lengkap dengan kostum. Aldi dan Elsa menjadi panitia. Aldi sibuk mengatur musik, Elsa menjadi MC acara dengan ceria, kesan malu-malunya hilang tak berbekas. Penampilan sandiwara berjalan baik, ditutup dengan nyanyian, masih ada anak-anak yang menangis, namun tangisannya bagian dari sandiwara karena setelah acara selesai mereka tertawa ceria, senang bisa tampil di panggung setelah sekian lama katanya.

Banjir masih menjadi langganan jika hujan, pasir yang menimbun rumah-rumah warga sudah hampir menutup genting, namun nyanyian mereka lama-kelamaan bisa menguatkan.

Acara penutupan program pendampingan (Closing event of assistance program)